Powered By Blogger

Minggu, 17 November 2013

LINUX MINT - INSTALASI CONVERTER WINFF

Introduction

Winff is included in Ubuntu. Just search for it in your favorite package manager and install from there. ONLY if you want faster update or newer versions, our Ubuntu packages are available at http://winff.org/ and at my Personal Package Archive (PPA) provided by Launchpad.
Also a fuller featured ffmpeg is available via Medibuntu for Lucid, Maverick and Natty users (via lib*-extra-* packages).

Details Winff

The Ubuntu repositories come in two flavors. We provide our repository at http://winff.org or you can use the repository at Launchpad. We prefer the later.

How do I use software from a PPA?

To start installing and using software from a Personal Package Archive, you first need to tell Ubuntu where to find the PPA.
Step 1: Open a terminal and enter:
sudo add-apt-repository ppa:paul-climbing/ppa
Your system will now fetch the PPA's key. This enables your Ubuntu system to verify that the packages in the PPA have not been interfered with since they were built.
Step 2: Now, as a one-off, you should tell your system to pull down the latest list of software from each archive it knows about, including the PPA you just added:
sudo apt-get update
Now you're ready to start installing software from the PPA!
Step 3: You can now install WinFF directly by running:
sudo apt-get install winff
Step 4 (optional): Install the unstripped version of ffmpeg:
sudo apt-get install libavcodec-extra-53

Warning non standard ffmpeg

If you don't run the standard Ubuntu ffmpeg and want to make use of the more extended original set of presets, please read the README.Debian (1) after installation. If you find that your presets don't work, try the other presets files that are available here.
In order to use an other presets file than supplied with the package you might need to remove the old preset file in ~/.winff/presets.xml , but by doing that you will also remove self-made presets. So if you made or edited the presets, you want to compare the files manually.
(1) /usr/share/doc/winff/README.Debian

Details extended ffmpeg in Ubuntu

For a fuller ffmpeg than the standard on in your flavor of Ubuntu I refer to the excellent guide in the Ubuntu-forums: http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1117283 If you want to compile your own ffmpeg (it is not so hard) you can follow the instructions here: http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=786095
Ubuntu contains a pretty complete ffmpeg already, but you probably want to have the 'unstripped' versions of several libraries. You can install them directly: libavcodec-extra-53, libavutil-extra-51 and libavformat-extra-53 from the multiverse repository. For AAC support you should install the Medibuntu version of ffmpeg, (see the Medibuntu wiki). The full explanation is available at https://help.ubuntu.com/community/Medibuntu.

sumber: http://winff.org/

LINUX MINT - APLIKASI VIDEO CONVERTER

How to convert videos on Linux Mint



1- FF-Multi Converter:

This is the best converter for Linux. FF-Multi Converter is a simple graphical application which enables you to convert audio, video, image and document files between all popular formats, using and combining other programs. It uses ffmpeg for audio/video files, unoconv for document files and PythonMagick library for image file conversions.
The goal of FF Multi Converter is to gather all multimedia types in one application and provide conversions for them easily through a user-friendly interface. Extra options will be gradually added.

Image

Features:

-Conversions for several file formats.
-Very easy to use interface.
-Access to common conversion options.
-Audio/video ffmpeg-presets management.
-Options for saving and naming files.
-Recursive conversions.

Supported formats:

1-Audio/Video formats:
aac, ac3, afc, aiff, amr, asf, au, avi, dvd, flac, flv, mka, mkv, mmf, mov, mp3, mp4, mpg, ogg, ogv, psp, rm, spx, vob, wav, webm, wma, wmv
And any other format supported by ffmpeg.
2- Image formats:
bmp, cgm, dpx, emf, eps, fpx, gif, jbig, jng, jpeg, mrsid, p7, pdf, picon, png, ppm, psd, rad, tga, tif, webp, xpm
3- Document file formats:
doc -> odt, pdf
html -> odt
odp -> pdf, ppt
ods -> pdf
odt -> doc, html, pdf, rtf, sxw, txt, xml
ppt -> odp
rtf -> odt
sdw -> odt
sxw -> odt
txt -> odt
xls -> ods
xml -> doc, odt, pdf

To install FF-Multi Converter in Ubuntu/Linux Mint open Terminal (Press Ctrl+Alt+T) and copy the following commands in the Terminal:
 

        sudo add-apt-repository ppa:ffmulticonverter/stable
        sudo apt-get update
        sudo apt-get install ffmulticonverter



2- Avidemux: it's in Ubuntu repository.

Image

3- soundconverter: it's in Ubuntu repository.

Image

3- Transmageddon: it's in Ubuntu repository.

Image

4- Curlew Multi-Converter:

Curlew is multi-converter tool, it is based on ffmpeg. Curlew is easy to use, free and open-source multimedia converter for Linux. Curlew converter can convert to over 117 different formats. Curlew written in python and GTK3 and it depends on (ffmpeg/avconv, mencoder).


sudo apt-get install python python-gobject gir1.2-gtk-3.0 ffmpeg mencoder libavcodec-extra-53 xdg-utils
sudo add-apt-repository ppa:noobslab/apps
sudo apt-get update
sudo apt-get install curlew


Image

Tags: How to convert videos on Linux Mint
sumber : http://community.linuxmint.com/tutorial/view/1238

Selasa, 05 November 2013

SEBUAH PRINSIP HIDUP

Kali ini bulan November, saya akan berbagi kepada kalian yang mempunyai prinsip kehidupan. Prinsip adalah hal yang sangat mendasar bagi setiap orang dalam menjalankan semua aktivitasnya. Tanpa disadari hal hal tersebut terbentuk karena lingkungan keluarga, lingkungan kerja, maupun lingkungan persahabatan.

Saya akan mencontohkan orang yang punya prinsip hidup "Berbohong Demi Kebaikan" Tipikal ini sangat lah cerdas karena orang ini berasumsi bahwa semua yang dia lakukan untuk menutupi kesalahan sendiri ataupun kekurangan orang lain adalah semata-mata untuk menghindari pertikaian ataupun "image negative". Ya,,, alih-alih orang ini memakai landasan "positive feeling" adalah cara terbaik agar terhindar dari masalah. Padahal sebenarnya orang yang mempunyai landasan ini masih jauh dari citra baik bagi saya. Mungkin saja orang ini baru saja membaca sebagian bab tentang buku "positive feeling" dan sudah berani berdakwah ke orang lain hahaha. (Khatamkan dulu bro bukunya)

Benar, yang disampaikan Prof. Azril bahwa untuk menjadi pendidik dibutuhkan waktu yang tidak singkat, orang yang baru lulus kuliah sudah berani mendedikasikan diri dan mengikrarkan diri sebagai "kami adalah pendidik" dan berdakwah bahwa tidak pantas seorang pendidik berkata atau mengupdate status buruk di depan umum.

Ditambah lagi orang-orang golongan ini selalu berkoar-koar jadi pegawai tetap sebuah instansi. Apakah pendidik profesional itu bersikap meminta-minta dan menagih agar dirinya diangkat menjadi pegawai tetap? 

Saya rasa orang-orang ini bukan bagian dari seorang pendidik. Lihatlah guru honor yang sudah cukup lama mengabdi di sekolah masing-masing. Apakah mereka berteriak untuk diangkat? Saya rasa mereka menjaga sikap tersebut tidak keluar dari mulutnya. Mereka guru honor yang tangguh, sudah lebih dari 5 tahun mengabdi masih bisa bertahan. Bandingkan dengan orang yang mengaku pendidik atau boleh dikatakan baru masuk atau terjun di dunia pendidikan sudah berani menagih? Hahahaha

Ya kembali ke topik awal. Bagi saya pribadi, Prinsip hidup itu haruslah saling terbuka, tidak menutup-nutupi, saling jujur apa adanya. 

Jangan suka berdalih "ouh... salah pengertian dia hahaha" jika merasa disudutkan. Akui saja kalau memang diri kita punya kesalahan. 

Seperti prinsip orang tua saya :
  • Beliau paling benci orang yang suka mengungkit-ungkit kesalahan yang dahulu atau apapun juga.
  • Beliau paling benci orang yang selalu menceritakan masalah pribadi demi semata-mata mencari perhatian. 
  • Beliau paling benci mengemis atau pun minta belas / rasa kasihan pada orang lain. "Apalagi dikasihani orang lain"
  • Beliau paling benci terhadap orang yang selalu pamer informasi ataupun kegiatannya. Apalagi gelarnya haha

Sekian

Sabtu, 26 Oktober 2013

GELAR AKADEMIK

Hari ini saya coba ingin memberikan pemahaman saya terhadap sebuah gelar. Sebuah pengakuan dari orang banyak atau sebuah instansi yang diberikan kepada seseorang. Mereka sebut itu adalah gelar.

Saya mau membuka pemahaman lebih awal untuk para pembaca dari sebuah kisah yang terjadi di Indonesia mengenai sebuah gelar haji. Dahulu ketika Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda. Orang yang akan pergi haji benar-benar harus diseleksi oleh pihak Belanda. Pertama kali orang Indonesia pergi haji menggunakan kapal laut yang hanya berbiaya Rp. 170.000 serta memakan waktu hingga 3-4 bulan. Oleh karena itu orang pergi haji jaman dulu sangat penuh resiko, bisa saja meninggal di perjalanan atau tidak bisa kembali karena tidak punya ongkos pulang. 

Ternyata kenapa mereka membutuhkan waktu yang lama untuk pergi ke Mekkah. Karena mereka sebenarnya menumpang kapal laut dagang Belanda yang singgah di tiap pesisir pantai negara. Mereka harus berdagang dulu untuk menambahkan uang saku pribadi untuk membeli oleh-oleh dan ongkos pastinya. Ada yang tertinggal di negara tersebut karena merasa nyaman lalu menetap lama. Ada juga yang menikah dengan para saudagar setempat.

Nah orang Belanda itu menandai orang yang pernah pergi haji dengan sebutan Pak Haji atau Bu Hajah. Sebenarnya sih pihak Belanda hanya ingin menandakan mereka yang pernah tahu negara luar dan dikhawatirkan bisa berbuat pemberontakan di Indonesia. Ya memang sebenarnya Belanda itu melakukan pemobodohan terhadap Indonesia, ditutup rapat hingga tidak bisa tahu dunia luar seperti apa.
 
Begitu juga dengan gelar akademik yang akan saya bahas di sini. Pada umumnya di Indonesia memiliki banyak gelar yang diberikan dari mulai lulus pendidikan strata 1, strata 2, strata 3. Seperti yang saya katakan di atas, gelar hanya sebuah pengakuan dari orang banyak atau sebuah instansi kepada seseorang. Coba kita balik menjadi pengakuan buruk yang diberikan orang banyak kepada seseorang, bukan kah itu disebut aib. 

Nah di sini mungkin pembaca sudah mulai paham, apa arti dari sebuah gelar sebenarnya. Khusus orang-orang yang mendapat gelar di bidang akademik. Ketika kita sudah mengenyam pendidikan yang kita inginkan di tingkat apa pun juga, sebenarnya bukan gelar yang kita butuhkan tapi memaknai dan mengimplementasikan ilmu yang dia dapat kepada orang banyak.

Tapi kenyataannya, banyak orang yang memanfaatkan momentum tersebut yang hanya sekedar pemberian gelar saat wisuda hingga mengajak kakek, nenek, om, tante, keponakan, hingga pacar. Untungnya saja pihak instansi sadar betul bahwa kapasitas ruang sangat lah terbatas, maka undangan untuk menghadiri wisuda biasanya hanya 1-2 orang saja.

Eh lucunya, walau sudah dibatasi 1-2 orang saja untuk menghadiri wisuda. Para kumpulan keluarga teresebut menunggu di halaman parkir gedung atau mungkin pintu keluar hanya sekedar memberikan ucapan selamat. hahaha

Ya kembali lagi bagi para pembaca yang punya alasan lain terkait undangan keluarga. Mungkin saja itu ungakapan syukur mereka kepada keluarga terhadap apa yang sudah diraih. Eits... Tapi bagi saya pribadi, cukup lah kedua orang tua yang diajak untuk menghadiri acara wisuda tersebut. Sekali lagi saya menulis di sini bukan berarti saya merasa paling benar dan yang lain salah. Atau mungkin sebaliknya para pembaca yang merasa demikian hehe.

,,,, hidup hanya sebuah persepsi guys ,,,,

Pengakuan yang seharusnya diharapkan oleh orang banyak adalah dari Allah SWT, Sang Pencipta, Maha Pemurah, Maha Penyayang.

Bagi kalian yang punya gelar, 
  1. Sudah bisa apa kalian sekarang setelah punya gelar?
  2. Sudah menghasilkan apa kalian untuk orang banyak?
  3. Apakah ilmu yang kalian tempuh itu dengan cara yang jujur atau mungkin banyak hal yang kalian manipulasi dari penelitian kalian?
  4. Apakah attitude kalian bertambah atau mungkin terkikis akibat keangkuhan kalian karena merasa telah punya gelar dibanding yang lain?
  5. Apakah kalian sudah bersukur dengan cara memberikan seminar gratis atau mungkin kelas gratis bagi orang banyak atau mungkin kalian malah pasang tarif?
Ingat kawan, Gelar bisa menjadi Bumerang bagi kalian yang tidak mampu memaknainya hehehe...

Kamis, 03 Oktober 2013

PRAKTISI DAN AKADEMISI

Kali ini saya membahas mengenai seseorang yang sangat hebat dalam bidang tertentu. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk pembaca semua.

Suatu ketika terjadi obrolan antara saya dan teman di sekitar masjid. Saat itu saya bertanya kepada dia, apakah tidak ada niat untuk mengajar? jawab dia : ah saya mau berkarir dulu sampai mendapatkan pengalaman yang cukup (memuaskan emosi) untuk bisa mentransfer ilmu dan pengalaman yang di dapat dari tempatnya di hotel. Saya balik bertanya, pengalaman yang seperti apa yang dicari? Dia hanya menjawab pengalaman yang benar-benar cukup. Saya pun tersenyum, maksudnya dia belum bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan saya.

Kira-kira sepenggal cerita di atas sedikit menggambarkan antara seorang praktisi dan akademisi. Ya saya pun berusaha mendefinisikan selama sepanjang jalan pulang ke rumah setelah terjadi obrolan tersebut. Karena saya mempunyai beberapa pendapat atas pertanyaan saya tersebut. Mengapa mayoritas para praktisi belum berani menjadi akademisi secara langsung. 

Mereka merasa pengalaman yang telah didapat dari menjadi seorang praktisi adalah sebuah modal yang paling menjamin untuk bisa mentransfer ilmunya kepada para peserta didik. Padahal poin penting bagi seorang pendidik terbagi menjadi empat : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan terakhir kompetensi profesional.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kompetensi profesional atau kemampuan pada bidangnya juga masuk ke dalam poin bagi seorang akademisi. Tapi itu saja tidak cukup untuk menjadi seorang akademisi. Mereka harus mempelajari pedagogik, kepribadian, sosial. Semua itu tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat. 

Kita ambil contoh seorang praktisi yang sudah berusia ya minimal 44 tahun, ketika mereka sudah tidak diperlukan lagi oleh perusahaan yang memanfaatkan kemampuan profesionalnya karena usia yang telah dibatasi. Mereka pun akan berpindah menjadi seorang akademisi. Seperti yang saya bilang, kalau tidak dimulai dari awal minimal 10 tahun mereka atau masyarakat mampu menguasai dan mengadopsi kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial.

Jadi buat kalian yang memang sudah punya niat menjadi akademisi, jangan tunggu untuk mendapatkan pengalaman dulu di industri, 
Tapi mulailah dari sekarang!

Selasa, 10 September 2013

FORMASI CPNS KABUPATEN BOGOR 2013

Bismillahirrohmannirrohim, Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh,
Hari ini saya coba untuk ijin dari mengajar saya karena ada hal yang harus diselesaikan. Kemarin tepatnya saya meminta ijin untuk tidak mengajar pada hari selasanya kepada ibu kakomli akomodasi perhotelan. Hahaha seperti biasa alasannya mau pacaran dulu bu. Padahal alasan sebenarnya bukan itu. Tapi ibu kakomli selalu menghargai kok kemana pun dan kapan pun saya ijin pasti dilakukan karena memang ada keperluan yang mendesak.

Hari senin seharusnya saya sudah melaksanakan kuliah perdana di Universitas Ganesha Singaraja - Bali. Di sana tepatnya hanya 10 orang guru perhotelan yang lolos seleksi se-indonesia dari 1000 orang. Iyah nama program diktinya yaitu Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) SMK Kolaboratif. Semua peserta yang ikut tes beragam dari berbagai jurusan produktif SMK. Semua yang lolos hanya 500 orang.

Iyah karena harus mengikuti kata orang tua saya agar tidak berangkat, dengan alasan saya harus menyelesaikan kuliah S2 saya terlebih dahulu. Padahal kalau saya melihat kembali ke belakang. Betapa sudah berkorban waktu, pikiran, uang, dll untuk mengikuti berbagai macam tesnya.

Diawali dari informasi ibu wety sebagai wakil kepsek bidang kurikulum yang sedang mengikuti pelatihan di UPI Bandung. Isi sms (Pak adhan ada info PPG untuk guru honor dari Prof Tjutju, silahkan tanya pak tri untuk lebih lanjut).

Esok pagi saya langsung mencari pak tri, ternyata pak tri sedang ijin tidak masuk karena tidak enak badan dikarenakan habis lembur mengerjakan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Sampailah saya bertemu ibu nurdini sebagai wakil kepsek bidang PSDM (Pengembangan Sumberdaya Manusia) menanyakan apakah sudah melihat isi informasinya di website? Iyah bu langsung saya segera cek. Setelah lihat informasinya, Untuk sekolah tempat saya mengabdi ini hanya 3 orang guru yang memenuhi kriteria persyaratan. Harus di bawah usia 30 tahun dan guru honor produktif. Saya sebagai guru perhotelan, ibu dini sebagai guru kecantikan kulit, ibu eme sebagai guru kecantikan rambut.

Kami bertiga segera mencetak informasi tersebut dan memberikan kepada pak jana sebagai kepala sekolah serta sekalian meminta saran apakah kita harus ikut dan segera daftar online. Beliau menjawab iyah dicoba segera yah. Setelah kami mendaftar kami menunggu hasil lolos sekitar 2 minggu. Alhamdulillah hanya saya dan bu dini KCK yang lolos berkas. Kami lanjut untuk tes kedua yaitu tes TPA dan Bahasa Inggris seminggu setelah pengumuman di UPI Bandung.

Minggu kedua setelah tes tersebut ada hasilnya dan alhamdulillah kami lolos lagi ke tes selanjutnya di UPI Bandung. Selang 2 minggu pada tes ketiga yaitu wawancara, kami dicoba oleh Allah SWT dengan mendapatkan travel bandung yang tidak profesional, Kamis sengaja pesan travel pukul 3.30 dari bogor agar sampai bandung sebelum pukul 7.30. Astagfirulloh ternyata pas di konfirmasi nama kami tidak ada dalam pesanan. Alhasil kita mencari travel lagi tapi apa daya tak ada travel yang bisa dipesan last minute (dadakan). Akhirnya dengan pasrah kita naik bus yang ke bandung berangkat pukul 5.00.

Kalau dilihat estimasi pada hari itu senin pasti macet jalanan dan diperkirakan sampai pukul 8.30 di bandung. Belum lagi kita lanjut naik damri menuju ledeng. Tapi dengan ambil keputusan cepat, kita turun di Dago dan melanjutkan dengan taksi. Alhamdulillah kita sampai tepat pukul 8.00 di UPI Bandung. Pada saat tes kami mendapat urutan terakhir baru selesai pukul 15.30.

Tiga minggu setelah tes ketiga baru ada hasilnya, alhamdulillah kita lolos lagi dan segera harus mendaftar ulang pada 6-8 September 2013. Sedangkan perkuliahan pada 9 September. Padahal hasil itu keluar pada tanggal 28 Oktober. Cuma seminggu waktu yang diberikan dari jeda pengumuman dan daftar ulang. Akhirnya kami bertemu dengan pak jana dan bu nurdini untuk menyampaikan kabar lolosnya kami. Pak jana kaget luar biasa karena lihat penempatan lokasi kami, saya di bali dan bu dini di semarang. Akhirnya pak jana memberikan waktu untuk kami agar berdiskusi dengan keluarga masing-masing.

Saya sore harinya memberikan hasil kepada ayah dan ibu, tidak ada komentar. Ya berarti insya ALLAH diijinkan. Malam itu pula saya pesan LION AIR keberangkatan 6 Sept 2013 Pukul 12.30 ke Denpasar langsung transfer melalui ATM sejumlah 800rb. Ketika pagi hari, orang tua saya langsung bicara bahwa saya tidak perlu berangkat ke Bali. Wow...... kaget luar biasa saya.

  1. Hal pertama yang membuat saya kaget adalah kenapa tidak dari semalem memberitahunya kalau tidak mengijinkan. 
  2. Hal kedua, kami semua sebagai para guru tahu betul bahwa program ini mutlak wajib diikuti oleh semua guru yang belum tersertifikasi. Karena setelah selesai program ini akan mendapat Lisensi Pendidik atau Sertifikat Profesi. Sesuatu yang legal dan sudah diatur undang-undang dan peraturan pemerintah. Tapi orang tua saya dengan santai menjawab "tidak perlu berangkat"
  3. Hal ketiga, PPG (Pendidikan Profesi Guru) ini adalah prioritas bagi guru yang belum PNS. Padahal orang tua saya ingin sekali saya menjadi seorang PNS. Saya ikuti semua kemauan orang tua saya untuk menjadi PNS tapi dengan cara saya ini.
  4. Hal keempat, kenapa tidak dari awal sebelum saya tes pertama seharusnya orang tua saya sudah melarang agar tidak usah ikut program ini. Padahal sudah saya jelaskan sebelum saya ikut tes mengenai seluruh informasi mengenai konsekuensinya.
  5. Hal kelima, Sudah lah..... ALLAH SWT punya rencana lain. Mungkin tidak menjadi guru, mungkin tidak jadi PNS. Apapun saya terima insya ALLAH demi menjaga hati dan ego orang tua. Dan yang lebih penting lagi untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Ridho ALLAH adalah Ridho Orangtua.
Jauh sebelum tes kedua PPG, saya manfaatkan libur sekolah untuk mengumpulkan berkas-berkas yang diperlukan. Memang saat itu bertepatan libur awal lebaran.

Pertama saya harus mendapatkan SKCK. Datanglah saya ke polres, eh sampai polres saya disuruh minta surat rekomendasi ke polsek. Sampai dipolsek saya malah diminta surat pengantar kelurahan. Masya ALLAH sampai di kelurahan saya disuruh minta surat pengantar RT dan RW.

Huft... capek dan letih sekali padahal saat itu saya sedang puasa syawal.
Jauh banget lho jarak antara polres ke polsek, jarak antara polsek ke kelurahan. Hoam.... Rasanya ingin berteriak.

Akhirnya saya minta mulai dari RT dan RW, lalu Keluarahan dan bayar 15rb, lalu ke polsek bayar 10rb, lalu ke polres bayar 10rb dan sidik jari 15rb, legalisir SKCK 10rb. (belum dihitung antrinya bos...) karena saat itu bertepatan orang-orang pada buat untuk keperluan CPNS.

Lanjut untuk mendapatkan berkas SKBN (Surat Keterangan Bebas Narkoba) Masih di polres, saya tes urine dulu di LAB Polres 100rb, lalu buat SKBN + Legalisir 25rb.

Lanjut lagi besoknya untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat di Dokter Pemerintah. Saya dari 5.30 sudah standby di RSUD Cibinong untuk menunggu  antrian. Bayangkan pagi banget anteriannya, sedangkan dokternya datang pukul 9.30. Gila......... Inget momen ini masih dalam kondisi puasa syawal nih hahaha

Selesai sudah Saya mengurus SKCK, SKBN, Surat Keterangan Sehat.

Alhamdulillah, andai orang tua saya tahu semua perjuangan ini, sepertinya mereka berpikir dua kali untuk tidak berkata "tidak perlu berangkat".

Kembali lagi ke judul di atas. Formasi CPNS.
Iyah saya ijin hari ini tidak mengajar karena mengurus keperluan CPNS. Kebetulan di Kabupaten Bogor ada formasi lowongan guru perhotelan yang hanya 2 orang. Tapi melihat syaratnya harus ada Sertifikat Pendidik (Sertifikat Profesi) (PPG). Sekali lagi saya tekankan, andai orang tua saya lihat syarat untuk menjadi guru itu harus punya sertikat. Pasti berpikir dua kali, kalau syarat mutlak jadi GURU PNS harus punya Sertifikat Pendidik.

Saya buat lagi tuh SKCK, karena harus eksklusif keperluan harus tertulis CPNS sedangkan punya saya yang satu bulan lalu tertulis untuk PPG. Bikin lagi lagi lah saya. Antri juga bos...........

Kemudian buat Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) Buatlah saya hari ini dengan antrian yang bejibun. Banyak banget yah yang minat jadi PNS di Kabupaten bogor

Kemudian syarat yang ketiga, Surat Keterangan Sehat Dokter Pemerintah. Datanglah saya ke puskesmas hahaha kapok ke RSUD mah antri dari subuh bos...

Daftar online dulu saya ke sscn.bkn.go.id lalu printout
Daftar online juga saya untuk kartu kuning.

Berkas yang diperlukan,
Surat Lamaran ditulis pakai tangan bos, bukan kaki atau pun ketik komputer.
Fotokopi Ijasah dan Transkip (Legalisir)
Fotokopi SKCK (Legalisir)
Fotokopi Kartu Kuning (Legalisir)
PassFoto berwarna 3x4 dan 4x6 4lembar
Printout BKN

Semua dimasukkan ke dalam map hijau (warna khusus tenaga pendidik)
Masukkan map hijau ke dalam Amplop Coklat Besar
Masukkan juga amplop putih berperangko 4ribu ke dalam Amplop Coklat Besar
Tinggal kirim ke kantor pos. Harus Kantor Pos nih...........

Jujur ini sudah kali kedua saya mencoba CPNS, yang pertama tahun lalu tapi gagal berkas, ya mungkin karena sesuatu, makanya saya gagal.

Semoga kali ini berhasil, mohon doanya yang teman-teman yang baca blog ini. Tapi saya pasrah dan ikhlas saja jika gagal karena memang saya tahu hal itu.

Sekian yah curhat saya hahahaha.



 


Minggu, 08 September 2013

KPLI BOGOR - NGOPREK EDISI SEPTEMBER 2013

Kemarin adalah agenda bulanan ngoprek untuk warga KPLI Bogor.

Tema :Membangun Sentra Telepon Berbasis VoIP dengan Asterisk
Pemateri : Imam Hanafi
Lokasi : Btech
Waktu  : 10.00 - 15.00

Pada saat datang di lokasi, belum ada satupun orang yang tiba, karena sebenarnya acara dimulai pukul 10.00 tetapi Presiden KPLI Bogor sengaja menginformasikan 1 jam lebih awal. Akhirnya menunggu lah kita selama satu jam padahal sudah tergesa-gesa agar tidak telat. Bertemu Teguh yang datang pertama, ngobrol sebentar lalu kita keluar lagi untuk cari tukang bubur (sarapan). Setelah kembali lagi ke Btech sudah tiba Pak Nonong dan rekan, Pak Rizki, Pak Yusuf. Tidak lama kemudian datang Pak Imam Hanafi. Setelah ditelusuri kenapa kita tidak langsung masuk ke ruangan. Eh ternyata kuncinya dibawa Pak Ade. Lupa karena hari ini ada agenda ngoprek. Untung saja Pak Nonong menelpon Pa Ade. Akhirnya Pak Ade memutar balik ke bogor yang tadinya ingin ke depok.

Materi yang dibahas : Menginstall Asterisk, Menambah Codec, Menambah Extension SIP dan IAX, Double PickUp, Auto Transfer, Ring Group, Voice Mail, Trunking VoIP Rakyat, Trunking PSTN.

Peralatan : Laptop, LCD Projector, Router, RJ45, PSTN Gateway, Smartphone

Sedangkan distro yang digunakan oleh pemateri yaitu Ubuntu 13.04

Peserta : Pak Nonong dan rekan, Pak Ade, Pak Indra, Pak Rizki, Pak Yusuf, Pak Teguh dan rekan, Pak Ory, Pak Asep, Adhan.