Powered By Blogger

Jumat, 06 Juni 2014

PPDB SMKN 1 BOJONGGEDE 2014/2015

Informasi bagi kamu (lulusan SMP), orang tua siswa yang berdomisili di kabupaten bogor khususnya wilayah bojonggede, kemang, tajurhalang, sasak panjang, bambu kuning, citayam, dan pemkab cibinong.

Berencana ingin melanjutkan ke SMK (Hotel, Akuntansi, Jasa Boga, Multimedia)

Untuk Tahun Pembelajaran 2014/2015 ini kami buka 2 kelas untuk Akuntansi dan Multimedia dan 1 kelas untuk Hotel dan Jasa Boga. Totalnya 6 kelas, adapun tiap kelas akan diisi oleh 36 siswa nanti.

Kami membuka peluang besar untuk (lulusan terbaik) bersaing dan bergabung dengan kami.

Sabtu, 03 Mei 2014

Surat Cinta Onno W Purbo untuk Mendiknas 2014

Mengambil momentum Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, tokoh TI Indonesia Onno W. Purbo mengirimkan surat spesial kepada Mendiknas Mohammad Nuh.

Sebagian besar surat ini memang berisi keprihatinan Onno. Mulai dari soal kurikulum TIK di Tanah Air, peran guru TIK yang kurang dioptimalkan, dan ketergantungan Indonesia terhadap software proprietary.

Pun demikian, ungkapan keprihatinan ini sengaja diutarakan sebagai bentuk kecintaan mantan dosen ITB tersebut terhadap dunia pendidikan Indonesia, khususnya di sektor TIK .

Tak lupa, Onno juga mengutarakan usulan untuk memperkuat pondasi pendidikan di bidang TIK. Seperti apa suratnya? Berikut lengkapnya.

======

Assalamualikum Wr. Wb.

Saya prihatin dengan TIK (ICT) di Kurikulum 2013, apalagi setelah berdiskusi dan bertemu dengan guru-guru TIK dari berbagai daerah di Seminar AGTIKKNAS di Gedung A Senayan tanggal 26 April 2014 yang lalu.

Saya melihat guru TIK & TIK di sekolah sebagai kunci dan aset yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia ke depan. Khususnya untuk memenuhi hak azasi bangsa menjadi pandai dan dapat mengeksplorasi pengetahuan tanpa dibatasi oleh struktur sekolah, ruang kelas, bangunan dan waktu. Ini penting karena sistem pendidikan konvensional, hanya mampu menjamin 10% dari bangsa menjadi sarjana. 90% lainnya harus gigit jari karena dibatasi oleh ruang, waktu dan biaya.

Saya bermimpi agar ada pemberdayaan guru TIK untuk mentransformasikan sekolah menjadi e-learning/e-school tanpa menjadikan para guru TIK sebagai sales tanpa dibayar oleh vendor software proprietary yang tidak open source. Ini sangat penting agar bangsa ini menjadi Berdaulat dan Merdeka tidak dijajah software proprietary yang tidak open source. Semoga keberadaan e-school bisa membantu menaikan throughput pendidikan agar anak kita yang masuk SD dapat jaminan menjadi sarjana 16 tahun kemudian.

Saya prihatin mendengarkan cerita guru TIK yang harus menjelma menjadi guru BK, guru-guru mapel lain, bahkan menjadi jajaran birokrasi di Dinas. DIKNAS kehilangan aset yang luar biasa dan harus memulai banyak hal dari NOL jika ini dibiarkan. DIKNAS harus cepat mengubah arah gerakan ini agar fondasi pendidikan tidak goyah dan mampu untuk mendukung perubahan bangsa menuju knowledge based society.

Usulan penguatan pondasi pendidikan yang terkait TIK adalah:
Mata Pelajaran TIK tetap di pertahankan. Lebih baik lagi jika di kembang untuk menunjang transformasi seluruh sekolah menjadi e-learning / e-school.
Ubah isi mata pelajaran TIK menjadi penunjang explorasi pengetahuan siswa. Dengan kondisi yang ada di sekolah terutama di daerah, tidak mungkin kita mengandalkan guru-guru mata pelajaran normal untuk membantu explorasi pengetahuan berbasis TIK. Saran saya, ubah isi TIK dari skill menggunakan komputer menjadi keterampilan untuk explorasi pengetahuan, seperti, simulasi berbagai bidang ilmu, akses ke e-library, online learning menggunakan moodle, dll.
Berdayakan guru TIK agar mendukung explorasi pengetahuan & e-learning berbasis open source. Proses transformasi sekolah menjadi sekolah berbasis TIK hanya dimungkinkan jika kita memberdayakan dengan baik guru TIK. Kita perlu menyiapkan modul sekolah berbasis TIK dan Training of Trainer bagi para guru TIK bahkan menyekolahkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

Saya yakin di akhir masa jabatan Pak Nuh sebagai MENDIKNAS akan legowo dan berbesar hati untuk menanamkan fondasi yang kuat dalam dunia pendidikan agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang besar di wilayah Asia Tenggara.

Semoga Allah memberikan kekuatan dan membalas budi baik Pak Nuh.

Wassalam Wr. Wb.

Onno W. Purbo
http://detik.com/inet/read/2014/05/02/134844/2571417/398/surat-cinta-onno-purbo-untuk-mendiknas

Senin, 28 April 2014

Industri Hotel Sadar Pendidikan

Dear para praktisi dan akademisi perhotelan.

Beberapa hotel besar di wilayah Jabodetabek membuat saya membuka mata lebar-lebar dengan beberapa aksinya pada Tahun 2014.

Dimulai dari Santika, Hyatt, Aston, dll. Mereka aktif sekali mengunjungi sekolah perhotelan yang ada, baik itu negeri maupun swasta. Bertujuan agar diketahui (sosialisasi) oleh siswa mengenai eksistensi nya di Indonesia

Kita paham hal tersebut memang salah satu CSR mereka yang dikhususkan kepada Pendidikan. Namun hal ini bukan satu-satunya misi mereka. Dikarenakan untuk lebih mempererat lagi hubungan antara SMK dan DU/DI dalam bidang perekrutan siswa magang (Prakerin/PKL/OJT), juga pencarian lulusan sebagai calon pegawai mereka.

Pihak hotel tahu (memahami) betul bahwa khusus siswa SMK Perhotelan itu masa magangnya adalah 6 bulan. Berbeda dengan SMK Teknik/ Pertanian/ Kesehatan dll. Mereka biasanya hanya magang sekitar 1-3 bulan saja.

Oleh sebab itu mereka membuat program sosialisasi kepada SMK Perhotelan yang ada.

Namun hal ini tidak berjalan seiring dengan kebijakan Pemerintah mengenai Kurikulum 2013. Bahwa pada tahun 2015 tidak akan ada program magang dikarenakan siswa hanya terjadwal magang pada kelas XII yaitu Tahun 2016.

Akhirnya nanti pihak hotel akan kesulitan untuk mendapatkan anak magang. Semoga mereka mengerti kondisi yang ada. Tapi setelah itu terlewati nanti akan normal kembali (transisi perubahan) setahun sekali akan rutin terakomodirnya peserta magang.

Di sisi lain, mohon dengan sangat pihak hotel meninjau ulang tenaga yang diberikan oleh peserta magang, tidak hanya berupa makan siang saja melainkan memberikan pengganti uang transport mereka setidaknya.

Karena sebenarnya kami pihak SMK sudah menjalin kerjasama dengan PHRI Pusat (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) agar memberikan pengganti uang transport mereka.

Kami bagaikan simbiosis mutualisme, pihak SMK mendapatkan tempat magang yang berstandar internasional. Pihak hotel pun mendapatkan SDM yang bisa menekan budget hotel. Sekali lagi mohon diperhatikan bagi Head of Department (Dept.Head).

Hal lainnya mohon siswa kami di SMK benar-benar dididik secara maksimal dan tidak diperlakukan 100% bagaikan karyawan. Karena walau kami memahami siswa kami adalah peserta magang yang tidak punya tanggungjawab 100% terhadap manajemen. Tapi kami sebagai pendidik selalu mengajarkan mereka agar selalu profesional, bekerja secara optimal 100%. Berdedikasi terhadap perusahaan secara loyalitas.

Mohon maaf jika terdapat kalimat yang kurang berkenan. Karena kami pendidik menginginkan output SDM kami mempunyai mental lebih kuat dan bersikap profesional.

Terima kasih kepada pihak industri yang selalu membimbing siswa SMK di Indonesia, khususnya di industri Perhotelan (PHRI)

Sabtu, 26 April 2014

Kualifikasi Peserta LKS Perhotelan

Salam semangat bagi tenaga pendidik seluruh Indonesia.

Kali ini saya akan membahas mengenai sebuah ajang bergengsi di tingkat SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yaitu LKS (Lomba Kompetensi Siswa). Bisa dikatakan inilah suatu hajatan besar rutin tiap tahun yang selalu diramaikan oleh siswa-siswi berprestasi untuk menunjukkan kemampuan dan keterampilan nya dengan pesaing di tingkat :

1.SMK sendiri,
2.Kabupaten/Kota,
3.Provinsi,
4.Nasional.
5.Rekomendasi ke ASEAN SKILL

Berbagai Bidang Keahlian di lombakan di sini.

Kelompok Teknologi Industri : Autobody Repair, Automobile, Production Machine, Welding, Auto Cad / CADD Building, Computer Aided Drawing and Design (CADD), Graphic Design Technology / Networking Support, IT / Software Application, Electric Installation / Commercial Wiring, Electronic Application, Industrial Control, Mechatronic, Refrigeration, Telecom Distribution Technology, Bricklaying, Carpentry / Cabinet Marking, Plumbing, Wall and Floor Tilling, Joinery, Printing, Chemistry (Kimia Industri), Pharmacy.

Kelompok Pariwisata : Confectioner / Pastry Cook, Cooking, Restaurant Service, Beauty Therapy, Ladies and Men' Hairdressing, Ladies Dressingmaking, Tourist Industry, Hotel Accomodation.

Oleh sebab itu Saya akan membahas mengenai salah satu bidang yang dilombakan. Disamping itu alasan saya membagikan tips adalah karena saya juga dahulu Peserta LKS hingga juara pula (hihihi ga sombong). Sampai saya dipercaya menjadi Pembimbing LKS dari Tahun 2011(ga narsis lho haha).

Bidang Keahlian : Seni, Kerajinan, dan Pariwisata
Program Studi : Pariwisata
Kompetensi Keahlian : Akomodasi Perhotelan
Unit Kompetensi : Housekeeping (Prepare Room for The Guest)

Dibutuhkan beberapa kualifikasi untuk menjadi peserta (juara) LKS Perhotelan diantaranya :

1.Penampilan (Performance)
2.Manajemen Stress
3.Manajemen Sikap (Attitude)
4.Kemampuan Berkomunikasi (B.Indonesia dan B.Inggris)
5.Pengetahuan Pariwisata (Tourist Destination,  Hotel, Tourism/Hotel Association)
6.Pengetahuan Teori Housekeeping (Pengertian, Section, Job Description)
7.Pengetahuan Teori Room (Pengertian, Steps of Make up Room, Chemical, Cleaning Equipment, Penanganan Lost & Found, Penanganan Kerusakan dalam Kamar (Maintenance)
8.Speed (Kecepatan Bekerja)
9.Accuracy (Ketepatan dan Ketelitian Bekerja)
10.Tidiness (Kerapihan Making The Bed)
11.Preparation (Dusting Trolley, Setup Room Amenties dan Room Supplies)
12.Process (Knock The Door, Open The Door, Check Lamp, AC, TV, Minibar, Open Curtain & Window, Stripping Rubbish, Put Room Service Tool (Tea Cup, Tea Saucer, Tea Spoon) to Wash basin, Put Carry Caddy to Bathroom and Flushing then Pour Chemical to Toilet Bowl, Stripping Bed Linen, Making The Bed, Wash The Bathtub and Wall with Sponge then Dry it,  Glass Wiping and Wash The Room Service Tool and Wash Basin then Dry it, Wash The Toilet Bowl with Toilet Bowl Brush with Hand Gloves then wash the water tank, toilet cover, toilet seat, toilet surface then dry it, Change Toilet Linen (Bath Towel, Hand Towel, Face Towel, Bath Mat), Replenish Toilet Amenities. Mop with Floor Cloth. Dusting the Furniture clockwise, Replenish Room Supplies, Vacuum The Carpet / Sweeping and Moping The Floor,  Final Check (Check AC, TV,  Minibar, Safe Deposit Box), Close Window & Curtain, Give Air freshener, Close The Door, Fill up Roomboy Control Sheet,
13.Storing (Put the Dirty Linen to Linen Office, Put The Rubbish to Garbage bin, Put the room amenities and room supplies back and Dusting The Trolley.

Semoga bermanfaat bagi kalian Peserta LKS yang akan berlomba, juga harus berdoa sebelum dan sesudah lomba yah....

Senin, 21 April 2014

Tes Kesehatan CPNS Kabupaten Bogor 2014

Pada 21-22 April 2014 kami peserta cpns berkumpul untuk melaksanakan Uji Kesehatan (Medical Checkup) juga memenuhi salah satu syarat untuk ditingkatkan status dari CPNS (80%) menjadi PNS (100%).

Berlokasi di RSUD Cibinong, kami yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 orang Kelas A dan 30 orang Kelas B. Dibagi menjadi 2 hari untuk pelaksanaan Uji Kesehatan.

Pada pukul 08.00 kami dikumpulkan di suatu ruangan. Canda dan tawa hilir mudik mengisi suasana ruangan. Pertemuan ini adalah momen kembali setelah menjalankan diklat prajabatan yang berlangsung 16 Maret 2014 - 5 April 2014. Selama 21 hari kami dibentuk, dididik dan dilatih untuk menjadi aparatur yang profesional.

Uji Kesehatan ini meliputi :
1.Tes EKG
2.Tes Radiologi
3.Tes Darah
4.Tes Urine
5.Tes Dalam

Pada pukul 11.00 kami beranjak menuju BKPP untuk mengambil legalisir STTPP dilanjutkan untuk makan siang bersama. Tapi hanya 17 orang yang berhasil berkumpul. Sisanya punya urusan masing-masing. Kembali icon (maskot) angkatan pertama diklat prajab 2014 yaitu bu munthe semakin membuat kegaduhan dengan tawanya yang kuat.

Setelah dari sana kami menuju Dinas Pendidikan Kab.Bogor untuk melengkapi berkas 100%.

Semoga kita sehat dan selamat di dunia dan akhirat

Selasa, 15 April 2014

Doa ku Saat Munajat kepada Allah di malam hari

Doaku Saat Malam kepada Allah

Buat yang rendah, Allah akan tinggikan
Buat yang hina, Allah akan muliakan
Buat yang sempit, Allah akan luaskan (lapangkan)
Buat yang susah, Allah akan senangkan
Buat yang bersedih, Allah akan gembirakan
Buat yang kurang, Allah akan cukupkan
Buat yang sedikit, Allah akan banyakkan
Buat yang miskin, Allah akan kayakan
Buat yang sakit, Allah akan sehatkan
Buat yang sendiri, Allah akan pasangkan (jodohkan)
Buat yang belum punya anak, Allah akan berikan keturunan
Buat yang butuh pekerjaan, Allah akan berikan pekerjaan yang halal
Buat yang belum punya usaha, Allah akan berikan usaha
Buat yang belum dapat proyek, Allah akan berikan proyek yang halal tanpa suap
Buat yang gelisah, Allah akan tenangkan
Buat yang banyak urusan, Allah akan selesaikan
Buat yang banyak hutang, Allah akan lunasi,
Buat yang akan menikah, Allah akan lancarkan acaranya
Buat yang sedang menuntut ilmu, Allah akan luluskan
Buat yang mengojek, Allah akan lunasi motornya,
Buat yang narik angkot, Allah akan berikan angkot sendiri
Buat yang sedang usaha, Allah akan selelau menolong dengan syarat selalu ingat apa yang disyariatkan
Buat yang gemuk, Allah akan atur pola makannya
Buat yang kurus, Allah akan sehatkan dan normalkan
Buat yang punya perusahaan, Allah akan ridhoi dan selalu mengayomi anak dan keluarganya serta para karyawannya
Bagi yang masih sholat sendiri di rumah, Allah akan lapangkan waktunya agar sholat berjamaah di masjid
Untuk rekan-rekan pendidik, Allah akan berangkatkan pergi Ibadah Haji
Banyak rejeki bukan dari Pemerintah atau Yayasan melainkan dari Allah yang memberikan rejekinya yang halal

Shubuh selalu dilakukan berjamaah di masjid
Pagi-pagi sempatkan Dhuha
Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya senantiasa berjamaah di masjid
Rajin-rajin bangun malam untuk sholat bermunajat pada Allah

Minggu, 13 April 2014

Guru Wajib Menulis

Seseorang yang sudah lama tidak menulis pada tahun 2011, akhirnya memulai untuk menulis kembali dengan tema yang sangat inspiratif pada april 2014. Jadi penasaran kenapa guru ini mau mulai menulis lagi yah. Mungkin karena tuntutan sebagai guru harus profesional atau karena orang lain yang membuat dia terpicu untuk menulis lagi. Hanya rahasia Allah SWT.

Intisari dari artikel tersebut disimpulkan sebagai berikut : Memang seharusnya tugas, pokok, dan fungsi seorang pengajar dan pendidik yaitu transfer dan transformasi ilmu pengetahuan, memberikan contoh dan pemahaman mengenai sifat, sikap, dan perilaku yang santun. Beberapa caranya yaitu dengan memberikan ceramah di kelas, diskusi langsung, serta menulis (buku, blog, media sosial, dan koran serta majalah).

Namun yang terjadi adalah mereka (pengajar dan pendidik) hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Datang ke instansi pendidikan untu mentransfer informasi yang sifatnya sudah banyak dijumpai di media internet. Siang sudah pulang lalu melanjutkan aktivitas nya pribadi. Ada yang menjemput anaknya sekolah ataupun belanja (Jalan-Jalan) bersama rekannya. Atau mungkin mereka hanya mengharapkan gaji dan tunjangan saja.

Kembali ke artikel "Mengenal Antah Berantah" guru multimedia yang mempunyai disiplin ilmu rela mau meluangkan waktu untuk mengajar di sebuah SMP swasta yang bisa dibilang masih perlu dukungan pemerintah dan masyarakat dalam hal pembangunan.

Jadi teringat saya yang merasa diri ini eksklusif (jika bukan disiplin ilmu hotel haram dan wajib menolak). Dalam 2 tahun terakhir tawaran banyak terjadi untuk menjadi dosen hotel, dua diantaranya yaitu di kampus swasta daerah jakarta selatan dan jakarta pusat. Namun saya menolaknya. Beberapa bulan ke depan tawaran menghampiri lagi untuk menjadi dosen hotel di kampus swasta yang berbeda daerah jakarta pusat. Saya pun menolaknya kembali.

Dua bulan berikutnya ada seorang kepala sekolah perhotelan swasta daerah bogor yang datang mengajak bergabung untuk menjadi ketua jurusan (ketua kompetensi keahlian). Namun saya pun menolaknya.

Satu bulan selanjutnya SMK daerah Parung pun mengajak bergabung untuk mrnjadi guru hotel. Jawaban pun sama, saya tolak.

Terakhir ada permintaan dari guru pribadi saya untuk membantu akademi perhotelan di cibinong. Saya pun bimbang menjawabnya. Sudah 3 kampus dan 2 smk saya tolak. Namun kali ini guru saya yang memintanya. Hati ini tak kuasa menolak. Karena guru dan orangtua merupakan sosok yang secara tak langsung membentuk pola pikir dan karakter kita. Akhirnya saya pun menerimanya.

Hal ini belum sampai terjadi jika mendapatkan tawaran mengajar di SD ataupun SMP. Apa kiranya yang saya jawab mungkin hal yang sama akan terjadi. "Penolakan". Sebenarnya bukan didasari karena sebuah honor besar atau kecilnya namun melainkan hanya sebuah kesetiaan pada satu instansi pendidikan saja bukan malah berselingkuh dengan instansi pendidikan yang lain.

Betapa mulia guru mutimedia di atas mau menerima tawaran mengajar di SMP. Jika seandainya semua guru di indonesia wabil khusus di kabupaten bogor seperti nya. Pasti tercapai visi dari bupati kabupaten bogor Rachmat Yasin yaitu "Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju 2018 di Indonesia.

Kami sangat mencintai pendidikan, kami punya peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten bogor. Sudah sepatutnya yuk guru-guru dan para dosen betul-betul ikhlas menjalani (tanpa mengeluh) dan mempunyai niat yang lurus untuk ikut membangun pendidikan di Indonesia khusus di Kabupaten Bogor.

Hal ini bukan sebuah idealisme tapi melainkan sebuah prinsip bagi pengajar dan pendidik.
Terima kasih pada artikel "Mengenal Antah Berantah".

Walau hanya satu persatu tumbuh dan hidup secara perlahan, tapi saya yakin akan banyak guru yang mulai menulis dan membagi semua pengalamanya melalui tulisan.

Kamis, 10 April 2014

Anak Yang Patuh

Kisah ini selalu berawal dari kepatuhan terhadap seseorang.

Di awali dari suatu diklat yang mengumpulkan beberapa SDM istimewa yang mempunyai misi yang sama untuk ikut berpartisipasi membangun pemerintah kabupaten bogor menjadi Nomor satu di Indonesia.

Berkumpul dari beberapa daerah untuk mendapatkan pembekalan yang cukup guna menghadapi dan merubah citra pegawai yang buruk menjadi lebih baik lagi.

Terdapat seorang yang mempunyai paras polos tanpa beban bagaikan kosong entah mau diapakan mau dibawa kemana kami ini. Ternyata pembekalan fisik pun sdh dimulai dengan berlatih PBB singkat. Pagi sholat Subuh, dilanjutkan Olahraga Pagi, Makan Pagi, Mandi, Apel Pagi, Masuk Kelas, Snack Pagi, Masuk Kelas, Makan Siang, Sholat Dzuhur, Masuk Kelas, Snack Sore, Sholat Ashar, Masuk Kelas, Makan Malam, Sholat Maghrib, Mandi, Sholat Isya, Masuk Kelas, Apel, Istirahat Malam

Sebelum mengikuti diklat ini, kisah ini harus diawali dengan kisah cinta. Semenjak di bangku SMP, remaja di suatu kelas yang biasanya saling menyukai satu sama lain,  namun N (inisial) mempunyai pasangan orang lain. Sedangkan I (inisial) juga mempunyai pasangan yang lain. Keduanya tak merasa bahwa mereka akan bersatu saat dewasa nanti. SMA pun menjadi saksi bahwa kedua abg ini mulai tertarik satu sama lain. Dengan intensitas sms dan tlp membuat mereka semakin dekat.

Hingga akhirnya Ujian Masuk Perguruan Tinggi pun tiba. N yang memang sangat patuh dan taat kepada orang tua nya. Mengikuti saran orang tuanya untuk mengikuti SBMPTN. Alhamdulillah lulus di UN jurusan Pendidikan Ilmu Informatika. Latar belakang orang tua pun sangat terdidik dan terpandang. Seorang ayah yang berprofesi sebagai guru sejarah (Kepsek SMAN 1 Ciamis) dan seorang ibu yang merupakan staf BPPT.

I mengikuti Ujian Masuk di UGM dan alhamdulillah lolos jurusan kimia. Awal perkuliahan agak berkurang alias menjauh satu sama lain dikarenakan fokus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ketika kelulusan sarjana sudah mendekat. Kedua insan ini mulai membangun komunikasi kembali.

Hingga akhirnya N mengikuti tes di kabupaten bogor sedangkan I mengajar sebagai Asdos B.Inggris sambil meneruskan Pendidikan Strata Dua nya di Bidang Kimia.

Tahun ini sebetulnya adalah target menikah mereka karena bersamaan dengan Naik Haji nya kedua orangtua N. Maka diundur tahun depan. Semoga mereka sukses dunia dan akhirat.

Dibalik obsesi orang tua N, sesungguhnya N sangat ingin mengenyam pendidikan bahasa. Karena N sangat menyukai sastra. Mungkin ingin jadi pujangga hehe. Karena peminat ya kurang dan tidak mendapatkan ijin ortu maka N menuruti kedua orang tua semata2 untuk taat dan patuh nya.

Poin yang dapat dipetik adalah secara tidak sadar keputusan orang tua sangat lah yang terbaik. Walau di mata kita seorang anak yang selalu pesimis terhadap keputusan orang tua. Yang perlu diingat mereka (ortu) sudah hidup lebih lama dibanding kita. Maka sudah sepatutnya kita hormat dan sayang kepadanya. Mereka sudah merasakan pahit getir kehidupan dibanding kita yang belum apa-apa.

Jumat, 28 Maret 2014

Guru akan diberi gelar (gr)

Sindonews.com - Pemerintah akan memberi gelar Gr kepada guru yang sudah menjalani program pendidikan guru (PPG). Gelar ini akan menjadikan guru lebih profesional.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, pemerintah akan memberikan gelar Gr apabila guru itu sudah menjalani satu tahun pendidikan profesi guru.

Menurut dia, gelar tersebut menjadi pelengkap bagi status guru yang sudah dianggap profesional setelah dapat pendidikan dan tunjangan.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 87/2013 tentang Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Khususnya pasal 14 yang menyebutkan Sebutan profesional lulusan program PPG adalah guru yang penggunaan dalam bentuk singkatan Gr. Ditempatkan dibelakang nama yang berhak atas sebutan profesional yang bersangkutan.

Di dalam permendikbud tersebut, PPG Prajabatan adalah pendidikan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/DIV nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru. Mereka akan menguasai kompetensi guru secara utuh untuk selanjutnya mendapatkan sertifikat pendidik profesional.

PPG menjadi semacam kuliah bagi calon guru di kampus yang telah ditunjuk pemerintah. “Kami berikan penghargaan bagi guru setelah mereka lulus PPG agar mereka lebih semangat untuk meningkatkan profesionalitas,” katanya, Jumat (7/2/2014).

Menurut Direkrur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Supriadi Rustad, lamanya waktu kuliah bagi calon guru bidang studi diPPG ialah satu tahun. Sedangkan PPG bagi guru pendidikan anak usia dini dan SD ialah enam bulan. Sebelumnya mereka akan diseleksi dulu oleh pemerintah. Persyaratannya bisa saja mereka sarjana pendidikan ataupun nonpendidikan.

Supriadi menjelaskan, pada 2016 semua guru yang akan diangkat mesti mengikuti PPG terlebih dulu. Hal ini untuk menjamin mutu guru pada kurikulum baru yang berubah metode pengajarannya. Dia menyatakan, meski daerah yang masih berwenang untuk mengangkat guru namun ketentuan pengangkatan guru meski mengikuti persyaratan PPG yang ditegaskan pemerintah pusat.

http://m.sindonews.com/read/2014/02/07/15/833893/guru-akan-diberi-ge

Menjadi Guru - Sarjana FKIP akan bersaing dengan Sarjana lainnya

JAKARTA – Pemerintah prihatin dengan kemampuan sebagian besar guru saat ini yang jeblok. Kedepan mereka berupaya merekrut guru pegawai negeri sipil (PNS) berkualitas jempolan. Diantaranya mereka sedang menggodok persyaratan baru pendaftaran guru PNS, untuk diterapkan tahun depan.
Diantara persyaratan yang akan diterapkan tahun depan adalah dokumen atau ijazah kelulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Dengan skema baru ini, untuk menjadi guru, baik PNS maupun non-PNS tidak cukup hanya dengan ijazah S.Pd (sarjana pendidikan, red),” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh.

Menteri asal Surabaya itu mengatakan, prinsip ini mengadopsi rekrutmen dokter PNS. Dia mengatakan untuk bisa menjadi dokter PNS, pelamar atau pendaftar tes CPNS tidak bisa hanya berbekal ijazah sarjana kedokteran (S.Ked). Tetapi mereka juga wajib mengikuti pendidikan profesi dokter selama satu tahun.
“Guru juga begitu, harus mengikuti PPG dulu,” ucap dia. Aturan baru soal persyaratan menjadi guru PNS ini, sedang dimatangkan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) selaku pelaksana teknis rekrutmen CPNS baru.
Menurut Nuh, PPG ini ditempuh ketika seseorang sudah menamatkan program sarjana di FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) atau sejenisnya. Jika ingin jadi guru PNS, para sarjana itu harus mendaftar ikut PPG yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Mantan rektor ITS itu mengatakan, tidak semua sarjana FKIP yang mendaftar di LPTK pasti diterima dan berhak ikut PPG. Dia mengatakan jika LPTK tetap akan menjalankan seleksi secara ketat karena daya tampungnya dibatasi.
Selain itu, para sarjana FKIP ini nantinya juga bakal bersaing secara terbuka dengan sarjana-sarjana fakultas lainnya untuk masuk LPTK. Misalnya untuk menjadi guru matematika, para sarjana FKIP ini akan bertarung dengan sarjana fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alama). Begitu pula untuk guru ekonomi, sarjana FKIP juga akan bersaing dengan sarjana fakultas ekonomi (FE).

“Sekarang apakah ada perbedaan antara matematika UPI (mewakili FKIP, red) dengan ITB (mewakili FMIPA, red),” terang Nuh. Dia mengatakan, posisi guru memang idealnya dihuni para sarjana FKIP. Tetapi jika kemampuan sarjana FKIP jauh di bawah sarjana fakultas lainnya, tentu tidak bisa dipaksakan mengajar.

Setelah mengikuti proses PPG selama satu tahun, Nuh mengatakan calon guru itu akan mendapatkan sertifikat sebagai guru profesional. Nah, sertifikat ini nantinya yang harus dilampirkan saat bersangkutan akan melamar menjadi guru CPNS. Melalui sertifikat ini dan ditambah mengajar selama 24 jam pelajaran per pekan, guru bersangkutan berhak mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP).
Nuh mengatakan, jika scenario perekrutan guru profesional ini berjalan secara sistematis dan lancar, dia yakin kualitas guru-guru Indonesia bisa meningkat. Nuh juga mengingatkan posisi PPG ini strategis, karena menggantikan program sertifikasi guru yang sekarang sedang berjalan. (wan)

Source :

JPNN

http://www.dikti.go.id/id/2012/08/26/syarat-melamar-guru-pns-kian-rumit-sarjana-fkip-akan-bersaing-dengan-sarjana-lainnya/?lang=id&utm_campaign=Berita%20Pendidikan&utm_medium=twitter&utm_source=twitter&fb_source=message

Sabtu, 08 Maret 2014

SEJARAH KPLI BOGOR

KPLI adalah Kelompok Pengguna Linux Indonesia.
Terdapat banyak sekali KPLI di segala penjuru Indonesia salah satunya adalah Bogor.

Berikut sejarah KPLI Bogor :

http://www.4shared.com/office/kunxVmOhba/sejarah_kpli_bogor.html 

Jumat, 07 Maret 2014

AKTA IV bukan lagi menjadi syarat menjadi guru

Dahulu, seseorang harus memiliki Akta 4 untuk menjadi guru. Sejak program sertifikasi guru diluncurkan, akta 4 tidak lagi menjadi syarat utama profesi pendidik tersebut. Akibatnya, puluhan ribu pemegang Akta 4 yang ingin menjadi guru harus mengubur impian mereka dalam-dalam.

Wakil Rektor (WR) I Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Sofyan Salam, menjelaskan, hal ini diteguhkan dengan surat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tentang penghapusan Akta 4 sebagai syarat pengangkatan guru. Padahal, selama ini BKN menggunakan Akta 4 sebagai syarat calon guru sehingga pendidikan Akta 4 pun marak.

"Dampaknya adalah puluhan ribu pemegang ijazah Akta 4 yang belum terdaftar sebagai PNS gigit jari karena tidak bisa menggunakan ijazah Akta 4-nya. Saat ini untuk menjadi guru perlu setifikat kelulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG)," ungkap Sofyan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/2/2014).

Surat bernomor 127/E.E4/MI/2014 tentang sertifikat pendidik tersebut ditandatangani Dirjen Dikti Kemendikbud Djoko Santoso. Dalam surat itu Djoko menyebutkan, Undang-Undang (UU) Nomor 27/2003 tentang sistem pendidikan nasional, UU Nomor 14/2005 tentang guru dan dosen dan peraturan pemerintah Nomor 74/2008 tentang guru menyatakan bahwa kualifikasi pendidikan guru minimal adalah jenjang S-1/D-IV.

Selain itu, seorang calon guru harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Permendiknas Nomor 8/2009 tentang program pendidikan profesi guru prajabatan dengan perubahannya yaitu Permendikbud Nomor 87/2013 tentang PPG prajabatan secara operasional menjadi rujukan penyelenggaraan PPG. Sejak diterbitkannya UU Nomor 14/2005, program Akta mengajar (Akta 4) sudah tidak memiliki landasan hukum. Secara taat azas, Ditjen Dikti telah menyelenggarakan PPG sejak 2006 dengan jumlah lulusan hingga 2013 mencapai 6.331 orang.

"Berdasarkan hal tersebut, persyaratan untuk perekrutan calon guru wajib disesuaikan dengan ketentuan UU yaitu memiliki sertifikat pendidik dan bukan Akta 4," ungkap Djoko Santoso dalam surat
yang dikirimkan kepada Menpan-RB, Kepala BKN, Rektor PT, dan Kepala BKD tersebut.

Sementara itu, kata Sofyan, PPG tidak bisa digelar begitu saja karena harus melalui kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat. PPG di UNM misalnya, diutamakan untuk peserta Sarjana Mendidik di daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM 3T) karena mereka sudah terlatih.

"Sementara itu, lulusan UNM memang diberikan Akta 4, namun dengan adanya aturan tersebut, maka UNM juga tidak lagi mengeluarkan ijazah Akta 4," imbuhnya.

#http://kampus.okezone.com/read/2014/02/19/560/943488/puluhan-ribu-pemegang-akta-4-tak-bisa-jadi-guru

Minggu, 17 November 2013

LINUX MINT - INSTALASI CONVERTER WINFF

Introduction

Winff is included in Ubuntu. Just search for it in your favorite package manager and install from there. ONLY if you want faster update or newer versions, our Ubuntu packages are available at http://winff.org/ and at my Personal Package Archive (PPA) provided by Launchpad.
Also a fuller featured ffmpeg is available via Medibuntu for Lucid, Maverick and Natty users (via lib*-extra-* packages).

Details Winff

The Ubuntu repositories come in two flavors. We provide our repository at http://winff.org or you can use the repository at Launchpad. We prefer the later.

How do I use software from a PPA?

To start installing and using software from a Personal Package Archive, you first need to tell Ubuntu where to find the PPA.
Step 1: Open a terminal and enter:
sudo add-apt-repository ppa:paul-climbing/ppa
Your system will now fetch the PPA's key. This enables your Ubuntu system to verify that the packages in the PPA have not been interfered with since they were built.
Step 2: Now, as a one-off, you should tell your system to pull down the latest list of software from each archive it knows about, including the PPA you just added:
sudo apt-get update
Now you're ready to start installing software from the PPA!
Step 3: You can now install WinFF directly by running:
sudo apt-get install winff
Step 4 (optional): Install the unstripped version of ffmpeg:
sudo apt-get install libavcodec-extra-53

Warning non standard ffmpeg

If you don't run the standard Ubuntu ffmpeg and want to make use of the more extended original set of presets, please read the README.Debian (1) after installation. If you find that your presets don't work, try the other presets files that are available here.
In order to use an other presets file than supplied with the package you might need to remove the old preset file in ~/.winff/presets.xml , but by doing that you will also remove self-made presets. So if you made or edited the presets, you want to compare the files manually.
(1) /usr/share/doc/winff/README.Debian

Details extended ffmpeg in Ubuntu

For a fuller ffmpeg than the standard on in your flavor of Ubuntu I refer to the excellent guide in the Ubuntu-forums: http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1117283 If you want to compile your own ffmpeg (it is not so hard) you can follow the instructions here: http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=786095
Ubuntu contains a pretty complete ffmpeg already, but you probably want to have the 'unstripped' versions of several libraries. You can install them directly: libavcodec-extra-53, libavutil-extra-51 and libavformat-extra-53 from the multiverse repository. For AAC support you should install the Medibuntu version of ffmpeg, (see the Medibuntu wiki). The full explanation is available at https://help.ubuntu.com/community/Medibuntu.

sumber: http://winff.org/

LINUX MINT - APLIKASI VIDEO CONVERTER

How to convert videos on Linux Mint



1- FF-Multi Converter:

This is the best converter for Linux. FF-Multi Converter is a simple graphical application which enables you to convert audio, video, image and document files between all popular formats, using and combining other programs. It uses ffmpeg for audio/video files, unoconv for document files and PythonMagick library for image file conversions.
The goal of FF Multi Converter is to gather all multimedia types in one application and provide conversions for them easily through a user-friendly interface. Extra options will be gradually added.

Image

Features:

-Conversions for several file formats.
-Very easy to use interface.
-Access to common conversion options.
-Audio/video ffmpeg-presets management.
-Options for saving and naming files.
-Recursive conversions.

Supported formats:

1-Audio/Video formats:
aac, ac3, afc, aiff, amr, asf, au, avi, dvd, flac, flv, mka, mkv, mmf, mov, mp3, mp4, mpg, ogg, ogv, psp, rm, spx, vob, wav, webm, wma, wmv
And any other format supported by ffmpeg.
2- Image formats:
bmp, cgm, dpx, emf, eps, fpx, gif, jbig, jng, jpeg, mrsid, p7, pdf, picon, png, ppm, psd, rad, tga, tif, webp, xpm
3- Document file formats:
doc -> odt, pdf
html -> odt
odp -> pdf, ppt
ods -> pdf
odt -> doc, html, pdf, rtf, sxw, txt, xml
ppt -> odp
rtf -> odt
sdw -> odt
sxw -> odt
txt -> odt
xls -> ods
xml -> doc, odt, pdf

To install FF-Multi Converter in Ubuntu/Linux Mint open Terminal (Press Ctrl+Alt+T) and copy the following commands in the Terminal:
 

        sudo add-apt-repository ppa:ffmulticonverter/stable
        sudo apt-get update
        sudo apt-get install ffmulticonverter



2- Avidemux: it's in Ubuntu repository.

Image

3- soundconverter: it's in Ubuntu repository.

Image

3- Transmageddon: it's in Ubuntu repository.

Image

4- Curlew Multi-Converter:

Curlew is multi-converter tool, it is based on ffmpeg. Curlew is easy to use, free and open-source multimedia converter for Linux. Curlew converter can convert to over 117 different formats. Curlew written in python and GTK3 and it depends on (ffmpeg/avconv, mencoder).


sudo apt-get install python python-gobject gir1.2-gtk-3.0 ffmpeg mencoder libavcodec-extra-53 xdg-utils
sudo add-apt-repository ppa:noobslab/apps
sudo apt-get update
sudo apt-get install curlew


Image

Tags: How to convert videos on Linux Mint
sumber : http://community.linuxmint.com/tutorial/view/1238

Selasa, 05 November 2013

SEBUAH PRINSIP HIDUP

Kali ini bulan November, saya akan berbagi kepada kalian yang mempunyai prinsip kehidupan. Prinsip adalah hal yang sangat mendasar bagi setiap orang dalam menjalankan semua aktivitasnya. Tanpa disadari hal hal tersebut terbentuk karena lingkungan keluarga, lingkungan kerja, maupun lingkungan persahabatan.

Saya akan mencontohkan orang yang punya prinsip hidup "Berbohong Demi Kebaikan" Tipikal ini sangat lah cerdas karena orang ini berasumsi bahwa semua yang dia lakukan untuk menutupi kesalahan sendiri ataupun kekurangan orang lain adalah semata-mata untuk menghindari pertikaian ataupun "image negative". Ya,,, alih-alih orang ini memakai landasan "positive feeling" adalah cara terbaik agar terhindar dari masalah. Padahal sebenarnya orang yang mempunyai landasan ini masih jauh dari citra baik bagi saya. Mungkin saja orang ini baru saja membaca sebagian bab tentang buku "positive feeling" dan sudah berani berdakwah ke orang lain hahaha. (Khatamkan dulu bro bukunya)

Benar, yang disampaikan Prof. Azril bahwa untuk menjadi pendidik dibutuhkan waktu yang tidak singkat, orang yang baru lulus kuliah sudah berani mendedikasikan diri dan mengikrarkan diri sebagai "kami adalah pendidik" dan berdakwah bahwa tidak pantas seorang pendidik berkata atau mengupdate status buruk di depan umum.

Ditambah lagi orang-orang golongan ini selalu berkoar-koar jadi pegawai tetap sebuah instansi. Apakah pendidik profesional itu bersikap meminta-minta dan menagih agar dirinya diangkat menjadi pegawai tetap? 

Saya rasa orang-orang ini bukan bagian dari seorang pendidik. Lihatlah guru honor yang sudah cukup lama mengabdi di sekolah masing-masing. Apakah mereka berteriak untuk diangkat? Saya rasa mereka menjaga sikap tersebut tidak keluar dari mulutnya. Mereka guru honor yang tangguh, sudah lebih dari 5 tahun mengabdi masih bisa bertahan. Bandingkan dengan orang yang mengaku pendidik atau boleh dikatakan baru masuk atau terjun di dunia pendidikan sudah berani menagih? Hahahaha

Ya kembali ke topik awal. Bagi saya pribadi, Prinsip hidup itu haruslah saling terbuka, tidak menutup-nutupi, saling jujur apa adanya. 

Jangan suka berdalih "ouh... salah pengertian dia hahaha" jika merasa disudutkan. Akui saja kalau memang diri kita punya kesalahan. 

Seperti prinsip orang tua saya :
  • Beliau paling benci orang yang suka mengungkit-ungkit kesalahan yang dahulu atau apapun juga.
  • Beliau paling benci orang yang selalu menceritakan masalah pribadi demi semata-mata mencari perhatian. 
  • Beliau paling benci mengemis atau pun minta belas / rasa kasihan pada orang lain. "Apalagi dikasihani orang lain"
  • Beliau paling benci terhadap orang yang selalu pamer informasi ataupun kegiatannya. Apalagi gelarnya haha

Sekian

Sabtu, 26 Oktober 2013

GELAR AKADEMIK

Hari ini saya coba ingin memberikan pemahaman saya terhadap sebuah gelar. Sebuah pengakuan dari orang banyak atau sebuah instansi yang diberikan kepada seseorang. Mereka sebut itu adalah gelar.

Saya mau membuka pemahaman lebih awal untuk para pembaca dari sebuah kisah yang terjadi di Indonesia mengenai sebuah gelar haji. Dahulu ketika Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda. Orang yang akan pergi haji benar-benar harus diseleksi oleh pihak Belanda. Pertama kali orang Indonesia pergi haji menggunakan kapal laut yang hanya berbiaya Rp. 170.000 serta memakan waktu hingga 3-4 bulan. Oleh karena itu orang pergi haji jaman dulu sangat penuh resiko, bisa saja meninggal di perjalanan atau tidak bisa kembali karena tidak punya ongkos pulang. 

Ternyata kenapa mereka membutuhkan waktu yang lama untuk pergi ke Mekkah. Karena mereka sebenarnya menumpang kapal laut dagang Belanda yang singgah di tiap pesisir pantai negara. Mereka harus berdagang dulu untuk menambahkan uang saku pribadi untuk membeli oleh-oleh dan ongkos pastinya. Ada yang tertinggal di negara tersebut karena merasa nyaman lalu menetap lama. Ada juga yang menikah dengan para saudagar setempat.

Nah orang Belanda itu menandai orang yang pernah pergi haji dengan sebutan Pak Haji atau Bu Hajah. Sebenarnya sih pihak Belanda hanya ingin menandakan mereka yang pernah tahu negara luar dan dikhawatirkan bisa berbuat pemberontakan di Indonesia. Ya memang sebenarnya Belanda itu melakukan pemobodohan terhadap Indonesia, ditutup rapat hingga tidak bisa tahu dunia luar seperti apa.
 
Begitu juga dengan gelar akademik yang akan saya bahas di sini. Pada umumnya di Indonesia memiliki banyak gelar yang diberikan dari mulai lulus pendidikan strata 1, strata 2, strata 3. Seperti yang saya katakan di atas, gelar hanya sebuah pengakuan dari orang banyak atau sebuah instansi kepada seseorang. Coba kita balik menjadi pengakuan buruk yang diberikan orang banyak kepada seseorang, bukan kah itu disebut aib. 

Nah di sini mungkin pembaca sudah mulai paham, apa arti dari sebuah gelar sebenarnya. Khusus orang-orang yang mendapat gelar di bidang akademik. Ketika kita sudah mengenyam pendidikan yang kita inginkan di tingkat apa pun juga, sebenarnya bukan gelar yang kita butuhkan tapi memaknai dan mengimplementasikan ilmu yang dia dapat kepada orang banyak.

Tapi kenyataannya, banyak orang yang memanfaatkan momentum tersebut yang hanya sekedar pemberian gelar saat wisuda hingga mengajak kakek, nenek, om, tante, keponakan, hingga pacar. Untungnya saja pihak instansi sadar betul bahwa kapasitas ruang sangat lah terbatas, maka undangan untuk menghadiri wisuda biasanya hanya 1-2 orang saja.

Eh lucunya, walau sudah dibatasi 1-2 orang saja untuk menghadiri wisuda. Para kumpulan keluarga teresebut menunggu di halaman parkir gedung atau mungkin pintu keluar hanya sekedar memberikan ucapan selamat. hahaha

Ya kembali lagi bagi para pembaca yang punya alasan lain terkait undangan keluarga. Mungkin saja itu ungakapan syukur mereka kepada keluarga terhadap apa yang sudah diraih. Eits... Tapi bagi saya pribadi, cukup lah kedua orang tua yang diajak untuk menghadiri acara wisuda tersebut. Sekali lagi saya menulis di sini bukan berarti saya merasa paling benar dan yang lain salah. Atau mungkin sebaliknya para pembaca yang merasa demikian hehe.

,,,, hidup hanya sebuah persepsi guys ,,,,

Pengakuan yang seharusnya diharapkan oleh orang banyak adalah dari Allah SWT, Sang Pencipta, Maha Pemurah, Maha Penyayang.

Bagi kalian yang punya gelar, 
  1. Sudah bisa apa kalian sekarang setelah punya gelar?
  2. Sudah menghasilkan apa kalian untuk orang banyak?
  3. Apakah ilmu yang kalian tempuh itu dengan cara yang jujur atau mungkin banyak hal yang kalian manipulasi dari penelitian kalian?
  4. Apakah attitude kalian bertambah atau mungkin terkikis akibat keangkuhan kalian karena merasa telah punya gelar dibanding yang lain?
  5. Apakah kalian sudah bersukur dengan cara memberikan seminar gratis atau mungkin kelas gratis bagi orang banyak atau mungkin kalian malah pasang tarif?
Ingat kawan, Gelar bisa menjadi Bumerang bagi kalian yang tidak mampu memaknainya hehehe...

Kamis, 03 Oktober 2013

PRAKTISI DAN AKADEMISI

Kali ini saya membahas mengenai seseorang yang sangat hebat dalam bidang tertentu. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk pembaca semua.

Suatu ketika terjadi obrolan antara saya dan teman di sekitar masjid. Saat itu saya bertanya kepada dia, apakah tidak ada niat untuk mengajar? jawab dia : ah saya mau berkarir dulu sampai mendapatkan pengalaman yang cukup (memuaskan emosi) untuk bisa mentransfer ilmu dan pengalaman yang di dapat dari tempatnya di hotel. Saya balik bertanya, pengalaman yang seperti apa yang dicari? Dia hanya menjawab pengalaman yang benar-benar cukup. Saya pun tersenyum, maksudnya dia belum bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan saya.

Kira-kira sepenggal cerita di atas sedikit menggambarkan antara seorang praktisi dan akademisi. Ya saya pun berusaha mendefinisikan selama sepanjang jalan pulang ke rumah setelah terjadi obrolan tersebut. Karena saya mempunyai beberapa pendapat atas pertanyaan saya tersebut. Mengapa mayoritas para praktisi belum berani menjadi akademisi secara langsung. 

Mereka merasa pengalaman yang telah didapat dari menjadi seorang praktisi adalah sebuah modal yang paling menjamin untuk bisa mentransfer ilmunya kepada para peserta didik. Padahal poin penting bagi seorang pendidik terbagi menjadi empat : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan terakhir kompetensi profesional.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kompetensi profesional atau kemampuan pada bidangnya juga masuk ke dalam poin bagi seorang akademisi. Tapi itu saja tidak cukup untuk menjadi seorang akademisi. Mereka harus mempelajari pedagogik, kepribadian, sosial. Semua itu tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat. 

Kita ambil contoh seorang praktisi yang sudah berusia ya minimal 44 tahun, ketika mereka sudah tidak diperlukan lagi oleh perusahaan yang memanfaatkan kemampuan profesionalnya karena usia yang telah dibatasi. Mereka pun akan berpindah menjadi seorang akademisi. Seperti yang saya bilang, kalau tidak dimulai dari awal minimal 10 tahun mereka atau masyarakat mampu menguasai dan mengadopsi kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial.

Jadi buat kalian yang memang sudah punya niat menjadi akademisi, jangan tunggu untuk mendapatkan pengalaman dulu di industri, 
Tapi mulailah dari sekarang!

Selasa, 10 September 2013

FORMASI CPNS KABUPATEN BOGOR 2013

Bismillahirrohmannirrohim, Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh,
Hari ini saya coba untuk ijin dari mengajar saya karena ada hal yang harus diselesaikan. Kemarin tepatnya saya meminta ijin untuk tidak mengajar pada hari selasanya kepada ibu kakomli akomodasi perhotelan. Hahaha seperti biasa alasannya mau pacaran dulu bu. Padahal alasan sebenarnya bukan itu. Tapi ibu kakomli selalu menghargai kok kemana pun dan kapan pun saya ijin pasti dilakukan karena memang ada keperluan yang mendesak.

Hari senin seharusnya saya sudah melaksanakan kuliah perdana di Universitas Ganesha Singaraja - Bali. Di sana tepatnya hanya 10 orang guru perhotelan yang lolos seleksi se-indonesia dari 1000 orang. Iyah nama program diktinya yaitu Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) SMK Kolaboratif. Semua peserta yang ikut tes beragam dari berbagai jurusan produktif SMK. Semua yang lolos hanya 500 orang.

Iyah karena harus mengikuti kata orang tua saya agar tidak berangkat, dengan alasan saya harus menyelesaikan kuliah S2 saya terlebih dahulu. Padahal kalau saya melihat kembali ke belakang. Betapa sudah berkorban waktu, pikiran, uang, dll untuk mengikuti berbagai macam tesnya.

Diawali dari informasi ibu wety sebagai wakil kepsek bidang kurikulum yang sedang mengikuti pelatihan di UPI Bandung. Isi sms (Pak adhan ada info PPG untuk guru honor dari Prof Tjutju, silahkan tanya pak tri untuk lebih lanjut).

Esok pagi saya langsung mencari pak tri, ternyata pak tri sedang ijin tidak masuk karena tidak enak badan dikarenakan habis lembur mengerjakan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Sampailah saya bertemu ibu nurdini sebagai wakil kepsek bidang PSDM (Pengembangan Sumberdaya Manusia) menanyakan apakah sudah melihat isi informasinya di website? Iyah bu langsung saya segera cek. Setelah lihat informasinya, Untuk sekolah tempat saya mengabdi ini hanya 3 orang guru yang memenuhi kriteria persyaratan. Harus di bawah usia 30 tahun dan guru honor produktif. Saya sebagai guru perhotelan, ibu dini sebagai guru kecantikan kulit, ibu eme sebagai guru kecantikan rambut.

Kami bertiga segera mencetak informasi tersebut dan memberikan kepada pak jana sebagai kepala sekolah serta sekalian meminta saran apakah kita harus ikut dan segera daftar online. Beliau menjawab iyah dicoba segera yah. Setelah kami mendaftar kami menunggu hasil lolos sekitar 2 minggu. Alhamdulillah hanya saya dan bu dini KCK yang lolos berkas. Kami lanjut untuk tes kedua yaitu tes TPA dan Bahasa Inggris seminggu setelah pengumuman di UPI Bandung.

Minggu kedua setelah tes tersebut ada hasilnya dan alhamdulillah kami lolos lagi ke tes selanjutnya di UPI Bandung. Selang 2 minggu pada tes ketiga yaitu wawancara, kami dicoba oleh Allah SWT dengan mendapatkan travel bandung yang tidak profesional, Kamis sengaja pesan travel pukul 3.30 dari bogor agar sampai bandung sebelum pukul 7.30. Astagfirulloh ternyata pas di konfirmasi nama kami tidak ada dalam pesanan. Alhasil kita mencari travel lagi tapi apa daya tak ada travel yang bisa dipesan last minute (dadakan). Akhirnya dengan pasrah kita naik bus yang ke bandung berangkat pukul 5.00.

Kalau dilihat estimasi pada hari itu senin pasti macet jalanan dan diperkirakan sampai pukul 8.30 di bandung. Belum lagi kita lanjut naik damri menuju ledeng. Tapi dengan ambil keputusan cepat, kita turun di Dago dan melanjutkan dengan taksi. Alhamdulillah kita sampai tepat pukul 8.00 di UPI Bandung. Pada saat tes kami mendapat urutan terakhir baru selesai pukul 15.30.

Tiga minggu setelah tes ketiga baru ada hasilnya, alhamdulillah kita lolos lagi dan segera harus mendaftar ulang pada 6-8 September 2013. Sedangkan perkuliahan pada 9 September. Padahal hasil itu keluar pada tanggal 28 Oktober. Cuma seminggu waktu yang diberikan dari jeda pengumuman dan daftar ulang. Akhirnya kami bertemu dengan pak jana dan bu nurdini untuk menyampaikan kabar lolosnya kami. Pak jana kaget luar biasa karena lihat penempatan lokasi kami, saya di bali dan bu dini di semarang. Akhirnya pak jana memberikan waktu untuk kami agar berdiskusi dengan keluarga masing-masing.

Saya sore harinya memberikan hasil kepada ayah dan ibu, tidak ada komentar. Ya berarti insya ALLAH diijinkan. Malam itu pula saya pesan LION AIR keberangkatan 6 Sept 2013 Pukul 12.30 ke Denpasar langsung transfer melalui ATM sejumlah 800rb. Ketika pagi hari, orang tua saya langsung bicara bahwa saya tidak perlu berangkat ke Bali. Wow...... kaget luar biasa saya.

  1. Hal pertama yang membuat saya kaget adalah kenapa tidak dari semalem memberitahunya kalau tidak mengijinkan. 
  2. Hal kedua, kami semua sebagai para guru tahu betul bahwa program ini mutlak wajib diikuti oleh semua guru yang belum tersertifikasi. Karena setelah selesai program ini akan mendapat Lisensi Pendidik atau Sertifikat Profesi. Sesuatu yang legal dan sudah diatur undang-undang dan peraturan pemerintah. Tapi orang tua saya dengan santai menjawab "tidak perlu berangkat"
  3. Hal ketiga, PPG (Pendidikan Profesi Guru) ini adalah prioritas bagi guru yang belum PNS. Padahal orang tua saya ingin sekali saya menjadi seorang PNS. Saya ikuti semua kemauan orang tua saya untuk menjadi PNS tapi dengan cara saya ini.
  4. Hal keempat, kenapa tidak dari awal sebelum saya tes pertama seharusnya orang tua saya sudah melarang agar tidak usah ikut program ini. Padahal sudah saya jelaskan sebelum saya ikut tes mengenai seluruh informasi mengenai konsekuensinya.
  5. Hal kelima, Sudah lah..... ALLAH SWT punya rencana lain. Mungkin tidak menjadi guru, mungkin tidak jadi PNS. Apapun saya terima insya ALLAH demi menjaga hati dan ego orang tua. Dan yang lebih penting lagi untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Ridho ALLAH adalah Ridho Orangtua.
Jauh sebelum tes kedua PPG, saya manfaatkan libur sekolah untuk mengumpulkan berkas-berkas yang diperlukan. Memang saat itu bertepatan libur awal lebaran.

Pertama saya harus mendapatkan SKCK. Datanglah saya ke polres, eh sampai polres saya disuruh minta surat rekomendasi ke polsek. Sampai dipolsek saya malah diminta surat pengantar kelurahan. Masya ALLAH sampai di kelurahan saya disuruh minta surat pengantar RT dan RW.

Huft... capek dan letih sekali padahal saat itu saya sedang puasa syawal.
Jauh banget lho jarak antara polres ke polsek, jarak antara polsek ke kelurahan. Hoam.... Rasanya ingin berteriak.

Akhirnya saya minta mulai dari RT dan RW, lalu Keluarahan dan bayar 15rb, lalu ke polsek bayar 10rb, lalu ke polres bayar 10rb dan sidik jari 15rb, legalisir SKCK 10rb. (belum dihitung antrinya bos...) karena saat itu bertepatan orang-orang pada buat untuk keperluan CPNS.

Lanjut untuk mendapatkan berkas SKBN (Surat Keterangan Bebas Narkoba) Masih di polres, saya tes urine dulu di LAB Polres 100rb, lalu buat SKBN + Legalisir 25rb.

Lanjut lagi besoknya untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat di Dokter Pemerintah. Saya dari 5.30 sudah standby di RSUD Cibinong untuk menunggu  antrian. Bayangkan pagi banget anteriannya, sedangkan dokternya datang pukul 9.30. Gila......... Inget momen ini masih dalam kondisi puasa syawal nih hahaha

Selesai sudah Saya mengurus SKCK, SKBN, Surat Keterangan Sehat.

Alhamdulillah, andai orang tua saya tahu semua perjuangan ini, sepertinya mereka berpikir dua kali untuk tidak berkata "tidak perlu berangkat".

Kembali lagi ke judul di atas. Formasi CPNS.
Iyah saya ijin hari ini tidak mengajar karena mengurus keperluan CPNS. Kebetulan di Kabupaten Bogor ada formasi lowongan guru perhotelan yang hanya 2 orang. Tapi melihat syaratnya harus ada Sertifikat Pendidik (Sertifikat Profesi) (PPG). Sekali lagi saya tekankan, andai orang tua saya lihat syarat untuk menjadi guru itu harus punya sertikat. Pasti berpikir dua kali, kalau syarat mutlak jadi GURU PNS harus punya Sertifikat Pendidik.

Saya buat lagi tuh SKCK, karena harus eksklusif keperluan harus tertulis CPNS sedangkan punya saya yang satu bulan lalu tertulis untuk PPG. Bikin lagi lagi lah saya. Antri juga bos...........

Kemudian buat Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) Buatlah saya hari ini dengan antrian yang bejibun. Banyak banget yah yang minat jadi PNS di Kabupaten bogor

Kemudian syarat yang ketiga, Surat Keterangan Sehat Dokter Pemerintah. Datanglah saya ke puskesmas hahaha kapok ke RSUD mah antri dari subuh bos...

Daftar online dulu saya ke sscn.bkn.go.id lalu printout
Daftar online juga saya untuk kartu kuning.

Berkas yang diperlukan,
Surat Lamaran ditulis pakai tangan bos, bukan kaki atau pun ketik komputer.
Fotokopi Ijasah dan Transkip (Legalisir)
Fotokopi SKCK (Legalisir)
Fotokopi Kartu Kuning (Legalisir)
PassFoto berwarna 3x4 dan 4x6 4lembar
Printout BKN

Semua dimasukkan ke dalam map hijau (warna khusus tenaga pendidik)
Masukkan map hijau ke dalam Amplop Coklat Besar
Masukkan juga amplop putih berperangko 4ribu ke dalam Amplop Coklat Besar
Tinggal kirim ke kantor pos. Harus Kantor Pos nih...........

Jujur ini sudah kali kedua saya mencoba CPNS, yang pertama tahun lalu tapi gagal berkas, ya mungkin karena sesuatu, makanya saya gagal.

Semoga kali ini berhasil, mohon doanya yang teman-teman yang baca blog ini. Tapi saya pasrah dan ikhlas saja jika gagal karena memang saya tahu hal itu.

Sekian yah curhat saya hahahaha.



 


Minggu, 08 September 2013

KPLI BOGOR - NGOPREK EDISI SEPTEMBER 2013

Kemarin adalah agenda bulanan ngoprek untuk warga KPLI Bogor.

Tema :Membangun Sentra Telepon Berbasis VoIP dengan Asterisk
Pemateri : Imam Hanafi
Lokasi : Btech
Waktu  : 10.00 - 15.00

Pada saat datang di lokasi, belum ada satupun orang yang tiba, karena sebenarnya acara dimulai pukul 10.00 tetapi Presiden KPLI Bogor sengaja menginformasikan 1 jam lebih awal. Akhirnya menunggu lah kita selama satu jam padahal sudah tergesa-gesa agar tidak telat. Bertemu Teguh yang datang pertama, ngobrol sebentar lalu kita keluar lagi untuk cari tukang bubur (sarapan). Setelah kembali lagi ke Btech sudah tiba Pak Nonong dan rekan, Pak Rizki, Pak Yusuf. Tidak lama kemudian datang Pak Imam Hanafi. Setelah ditelusuri kenapa kita tidak langsung masuk ke ruangan. Eh ternyata kuncinya dibawa Pak Ade. Lupa karena hari ini ada agenda ngoprek. Untung saja Pak Nonong menelpon Pa Ade. Akhirnya Pak Ade memutar balik ke bogor yang tadinya ingin ke depok.

Materi yang dibahas : Menginstall Asterisk, Menambah Codec, Menambah Extension SIP dan IAX, Double PickUp, Auto Transfer, Ring Group, Voice Mail, Trunking VoIP Rakyat, Trunking PSTN.

Peralatan : Laptop, LCD Projector, Router, RJ45, PSTN Gateway, Smartphone

Sedangkan distro yang digunakan oleh pemateri yaitu Ubuntu 13.04

Peserta : Pak Nonong dan rekan, Pak Ade, Pak Indra, Pak Rizki, Pak Yusuf, Pak Teguh dan rekan, Pak Ory, Pak Asep, Adhan.





















Sabtu, 31 Agustus 2013

Asus X201E-KX163D


Hai semua, setelah laptop asus 1225B saya jatuh dan tidak bisa hidup kembali. Saya memutuskan untuk membeli baru lagi asus X201E dengan harga Rp.3.090.000 di Sigma Computindo - Orion Dusit. Bayangkan saja harga yang ditawarkan service center 4 juta untuk mengganti motherboard dan led. Padahal saya beli nya dahulu dengan harga Rp.3.200.000.



















Saya pilih X201E-KX163D berwarna biru karena yang warna putih limited stock. Ya begitu lah tampak laptop yang akan menunjang semua pekerjaan dan kuliah saya. Semoga asus ini akan bertahan lama dan awet sampai tua hehe.

Saya langsung pasang (instalasi) linux mint 15 sebagai sistem operasinya.